Rabu, 22 April 2015

Ceramah Ustadz Cepot


Puji syukur kita panjatkan kehadirat Allah SWT, karena berkat limpahan rakhmatnya saya masih diberikan kesempatan untuk bisa menulis sedikit tentang isi tausiah Ust. Cepot yang di sampaikan dalam acara Halal Bihalal Gehol Community beberapa Bulan yang lalu, tepatnya tanggal 25 Agustus 2012.
Pergeseran waktu yang begitu cepat telah membawa kita lupa pada nikmat yang telah Allah berikan, nikmat yang tiada taranya, nikmat yang sudah sepatutnya kita syukuri, namun terkadang kita melupakannya.
Teman-temanku seperjuangan,
Hidup ini memanglah sebuah realita, namun terkadang hal yang kita lihat dan rasakan hanyalah sebuah fatamorgana. Sering sekali kita mengambil sebuah keputusan tanpa disadari hati nurani sehingga membuat boomerang bagi kita semua. Dalam kesempatan yang berbahagia ini Ust. Cepot menyampaikan bahwa ada 5 perkara yang perlu kita terapkan dalam menjalani kehidupan, agar perjalanan hidup kita selalu selaras dan seimbang. Lima perkara tersebut yaitu :
1. Syukur.
Implementasi dari rasa syukur, bukanlah dengan cara mabuk-mabukan, berpoya-poya, ataupun bergoyang ria. Tetapi rasa syukur itu haruslah dilakukan sesuai dengan ajaran islam yakni
“Lain Syakartum la azidannakum wala in kafartum inna ‘adzabi lasyadiid,”.  ”Jika kita bersyukur, Tuhan pasti akan menambah nikmat yang telah diberikan-Nya kepada kita. Sebaliknya, jika kita kufur atau mengingkari nikmat tersebut, Tuhan pun tentu akan murka.” Satu kalimat yang terlihat biasa, tetapi sangat dahsyat dirasa.
Dalam ceramah Ust. Cepot, beliau menyampaikan bahwa menurut para ulama syukur itu identik dengan takwa, yaitu mengerjakan perintah Allah dan menjauhi larangannya, karena Janji Allah itu benar adanya, sedang janji kita pada ALlah yang perlu ditanyakan. Oleh karena itu, sebagai pribadi muslim kita wajib bertawakal kepada Allah SWT sebagai yang telah difirmankan-Nya dalam surah Arrahman yang berbunyi
“Fabiayyi ‘ala irobbikuma tukadziban…”
“Nikmat Tuhanmu yang mana engkau dustakan???”
Nikmat mana yang perlu kita ingkari, semua ini adalah anugrah dari Allah SWT yang wajib kita syukuri, jangan sobong terhadap kekayaan, kecantikan, atau kepintaran, karena semua itu sefatnya sementara. Semata-mata semua ini adalah milik Allah SWT.
2. Shalat
Dalam tausiyah Ust. Cepot, perkara yang kedua yang harus kita jalankan adalah Shalat. Shalat adalah perkara yang wajib yang harus kita kerjakan, dengan mengerjakan Shalat kita akan mendapat pahala dan meninggalkannya akan mendapat dosa. Ust. Cepot menegaskan bahwa Shalat itu adalah kebutuhan Allah, bukan kebutuhan manusia. Manusia tidak butuh shalat tetapi manusia wajib mengerjakan shalat menghadap Allah SWT, karena shalat merupakan tiangnya agama.
“Assalatu ‘imaduddin”
3. Sopan Santun
Isi tausiyah Ust. Cepot yang ketiga adalah Sopan Santun. Dimana sopan santun ini merupakan sifat terpuji dan akan membawa kita pada kedamaian, kerukunan, keselarasan dan kesejahtraan dalam bermasyarakat.
Dalam ceramahnya, Ust. Cepot pun menghimbau kepada para pengunjung untuk selalu bersopan santun, Suami harus sopan sama istri, Istripun harus santun sama suami, yang muda sopan pada orang tua, begitu juga sebaliknya, pejabat harus sopan pada rakyat, begitu juga sebaliknya. Sebab kata Ust. Cepot, Rosululloh pernah bersabda
“Andaikan Aku diperintahkan oleh Allah SWT untuk menyembah manusia, maka aku perintahkan istriku menyembah pada suami, hormati suami, hargai suami dan jangan sakiti suami”.
Jangan “pas lebaran pake baju baru, kondangan pake gincu, giliran tidur sama suami pake salep 88″ begitulah candanya Ust. Cepot.
4. Silaturrahmi
Perkara yang keempat yang disampaikan Ust. Cepot adalah Silaturakhmi. Silaturrakhmi menurutnya, dapat memberikan dampak positif bagi persatuan dan kesatuan. Ibarat angan kanan dan angan kiri yang selalu bersinegi. Ust. Cepot mencontohkan, saat kita sedang berjalan, tangan kanan di depan maka tangan kiri yang dibelakang, begitu juga sebaliknya. Hal ini menunjukan bahwa dalam mengarungi kehidupan kita tiak diperbolehkan untuk saling gontok-gontokan, saling dahulu mendahului kecuali dalam hal ketaqwaan.
“wa tasimu bihablillahi jami a wala tafarraqu..”
5. Bersodaqoh
Bersodaqoh adalah cara terbaik agar apa yang kita miliki menadi Barokah. Pada penjelasan yang terakhir ini, Ust. Cepot tidak begitu banyak memberikan penerangan melalui ceramahnya, tetapi beliau langsung menghimbau, memperakterkan serta membujuk para hadirin untuk saling Bersodaqoh, saling mengasihi, saling mencintai sesama muslim.
Dalam menari perhatian para hadirin, Ustad yang satu inipun tak segan-segannya memanggil seluruh jajaran aparat pemerintahan untuk naik keatas panggung dan memberikan sodaqohnya untuk pakir miskin. Subhanallah……
Itulah tadi isi tausiyah Ust. Cepot yang disampaikan pada acara Halal Bihalal Gehol Community, semoga kita semua dapat mengambil hikmah dari apa yang telah disampaikan, serta menjadikan kita untuk terus berusaha menciptakan suasana Desa yang aman, tentram dan diberkahi Allah SWT. Amin ya rabbal alamin.
Di akhir tulisan ini saya mengharap kita semua, khususnya anggota Gehol Community, umumnya semua pembaca blog ini agar dapat mengambil hikmah dari apa yang telah disampaikan Ust. Cepot tersebut. Semoga harapan anggota Gc semua bisa terwujud sebagaimana harapan Ibu kepala Desa Sindangwangi dalam sambutannya diakhir acara.
Mohon maaf bila masih ada salah kata.
Salam Satu Jiwa Satu Hati
Mari Bersatu Kembali
Warga Gehol Community.
Sambutan Ibu Kepala Desa
“Bismillahirrahmanirrahim
Assalamualaikum Wr.Wb.
Puji syukur marilah kita panjatkan kehadirat Allah SWT. Yang mana pada kesempatan yang berbahagia ini, dalam bulan syawal ini, dengan berkat, rakhmat, hidayah dari Allah SWT. Pada kesempatan yang berbahagia ini, terbuka pintu masyarakat Desa Sindangwangi umumnya, khususnya Desa Jetak dalam kesempatan yang baik ini, dengan datangnya Bp. Kyai H. Ust. Cepot dari Jakarta, mudah-mudahan membawakan keberkahan, persatuan dan kesatuan warga masyarakat desa sindangwangi pada umumnya. Amin.
Mudah-mudahan, ade-ade kita, anak-anak kita yang telah ditinggalkan oleh bapa ibunya, pada kesempatan yang berbahagia ini, mudah-mudahan diterima segala amal perbuatannya oleh Allah SWT. Amin
Mungkin hanya ini saja dari kami, mohon maaf yang sebesar-besarnya, dari jajaran pemerintah Desa Sindangwangi kalau ada kesalahan, luput yang disengaja, atau yang tidak disengaja, pada kesempatan yang berbahagia ini kami mohon maaf Minal Aidzin Walfaidzin.
Mungkin hanya ini wabilahitaufiq walhidayah,
Wassalamualaikum Wr.Wb
(Teks diambil dari Vidio Sambutan Kepala Desa)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar