Senin, 23 Mei 2016

Mau mengundang Hafiz Cilik Hilya Jakarta

Orangtua Hilyah menginginkan anak-anaknya mendapat pendidikan Al Quran langsung dari mereka. Maka, sejak dalam kandungan pun, Hilyah dan saudaranya dibiasakan untuk mendengarkan bacaan Al Quran yang langsung dilantunkan oleh ibunya dengan suara yang lantang.
Setelah lahir pun, Nur dan Muslim mengajarkan anak-anaknya untuk mengenal huruf-huruf hijaiyah dan membaca Al Quran dengan baik dan rapi bacaanya.  Hilyah yang sudah bisa membaca Al Quran sejak umur 3 tahun, mulai dibiasakan untuk menghafal ayat-ayat pendek terlebih dulu, yang terdapat dalam juz 30.
“Menghafal dari juz 30, yang surat-suratnya pendek lebih mudah daripada menghafal dari juz satu yang ayatnya panjang-panjang. Belajar dari juz 30, memudahkan anak untuk menghafal masuk ke juz 29, 28, 27 dan 26. Setelah anak mulai siap, baru masuk juz satu“ terang Nur saat berkunjung ke Sygma beberapa waktu lalu.
Nur menuturkan, Hilyah mulai menghafal di usia 3 tahun, dengan menghafal 3 baris. “Kalau hafalan surat pendek, saya bacakan pas Hilyah lagi makan dan minum. Untuk surat yang panjang, saya mantapkan dulu bacaannya, sampai bagus pengucapan huruf-hurufnya, langsung mulai lagi untuk lebih menghafal,” ujarnya.
Melalui pola seperti itu, maka di usia 4 tahun, Hilyah sudah khatam Quran dengan kaidah tajwid yang benar, meskipun secara teori tidak tahu. “Saya contohkan dulu cara bacanya, supaya ketika membaca mudah mengikutinya karena sudah bisa membaca Al Quran. Saya cek dulu bacaannya. Kalau sudah acc, baru disuruh membacanya seperti itu,” tutur Nur.
Dalam usia 4 tahun pula, Hilyah meraih prestasi dari hafalannya tersebut. Salah satunya menjadi juara hafidz cilik, yang diselenggarakan Syaamil Quran di Islamic Book Fair 2013.
“Khatamnya pas dapat hadiah Quran dari Sygma. Itu kan setiap hari selalu belajar tilawah, selalu mau pake quran itu,” kata Nur.
Quran yang dimaksud adalah Aku Cinta Al Quran, Al Quran dan Terjemahnya untuk Anak. Quran tersebut merupakan cikal bakal dari My First Al Quran (MyFA).
Untuk memantapkan sekaligus menambah hafalan, maka Hilyah dibiasakan untuk menyetor hafalan setiap hari. “Kalau ngulang tiap hari. Apalagi sekarang hapalannya sudah mulai banyak. Biasanya, Subuh dan Ashar ngulang, atau fleksibel aja. Sekarang sekali baca satu juz, karena dia kan harusnya tartil,” papar Nur.
Hilyah pun punya kebiasaan unik dalam hal sarapan.
“Dia selalu ikut saya shalat Subuh berjamaah. Selesai shalat subuh, mulutnya belum kena air sedikitpun, langsung mulai mengulang, satu juz sekaligus. Selesai itu, langsung makan, sarapan. Jadi sarapannya ayat quran. Dia nggak ngeluh laper. kami juga sarapannya jam 7 lewat,” jelas Nur.
Nur menuturkan, hingga sekarang, proses Hilyah menghafal tidak banyak kendala. “Kuncinya, tekad yang kuat dan disiplin dari orangtua. Salah satunya dengan membatasi anak menonton televisi. Orang tua pun harus menjadi contoh bagi anak-anak dengan mengurangi menonton televisi dan memperbanyak interaksi dengan Al Quran,” tandas Nur.
Sahabat Syaamil, apa yang dilakukan oleh orang tua Hilyah Qonita, semoga dapat menjadi inspirasi bagi Anda yang juga ingin mendidik putera-puteri Anda akrab dengan Al Quran. Insya Allah… *** (roni ramdan)

1 komentar:

  1. Gimana caranya ya mendapatkan nmr tlp managernya hilya, karna saya berniat mengundang hilya ke acara seminar..

    BalasHapus